
Harga emas sedikit menguat pada hari Jumat(1/8), didukung oleh ketidakpastian akibat gelombang tarif baru dari AS terhadap mitra dagangnya. Namun, penguatan dolar AS membuat logam mulia ini tetap berada di jalur penurunan mingguan.
Harga emas spot naik 0,2% menjadi $3.299,08 per ons pada pukul 05.53 GMT. Sepanjang minggu ini, emas telah turun 1,2%.
Kontrak berjangka emas AS naik tipis 0,1% menjadi $3.351,60
"Emas telah bergerak dalam kisaran $3.250 hingga $3.450 selama sekitar dua bulan, dan kami melihatnya bergerak ke ujung bawah kisaran tersebut, bahkan mungkin menembusnya," kata analis Marex, Edward Meir. Ia menambahkan bahwa penguatan dolar dipicu oleh sikap hawkish Federal Reserve, yang juga menjadi tekanan bagi emas.
The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25% - 4,50% pada hari Rabu dan meredam harapan pemangkasan suku bunga pada bulan September.
Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif "resiprokal" antara 10% hingga 41% atas impor dari puluhan negara dan wilayah asing menjelang tenggat perjanjian perdagangan hari Jumat.
Trump juga menaikkan bea masuk atas produk dari Kanada menjadi 35% dari sebelumnya 25% untuk semua produk yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang AS-Meksiko-Kanada (USMCA), tetapi memberikan penangguhan 90 hari kepada Meksiko untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas.
"Jika berbagai negara tidak dapat menegosiasikan ulang tarif ini agar lebih rendah, kita bisa melihat harga emas naik lagi apabila ketegangan perdagangan meningkat," tambah Meir.
Sementara itu, inflasi AS meningkat pada bulan Juni karena tarif impor mulai menaikkan harga sejumlah barang.
Fokus pasar kini bergeser ke data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis hari ini, sebagai acuan arah kebijakan The Fed ke depan.
Emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah, karena merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding).
Untuk logam mulia lainnya:
Perak spot turun 0,1% menjadi $36,69 per ons
Platina naik 0,4% menjadi $1.295,76
Palladium naik 1,1% menjadi $1.203,72
Namun, ketiganya diperkirakan tetap mencatat penurunan mingguan. (azf)
Sumber: Reuters
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...